Jakarta, Alineanews. com Indonesia – Dunia kerja saat ini sudah penuh tekanan, akibat perusahaan yang kian ambisius untuk menggenjot produktivitas.
Di masa depan, karyawan akan lebih tertekan lagi saat teknologi AI mulai mendominasi.
CEO Nvidia, Jensen Huang, mengungkapkan AI bisa berubah menjadi bos yang micromanaging dan membuat pegawai lebih sibuk serta ‘menempel’ sepanjang waktu. Menurut Huang, “Agen AI akan mengganggu Anda, mengelola Anda secara mikro dan lebih sibuk dari sebelumnya.”
Namun, ia juga menegaskan bahwa AI akan membuka peluang baru dengan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan.
Huang memprediksi bahwa pada akhir revolusi industri ini, jumlah orang yang bekerja akan lebih banyak dibandingkan awal revolusi. Menjawab narasi AI sebagai penyebab PHK banyak perusahaan,
Huang menekankan bahwa pemimpin perusahaan berpikir sempit jika mereka mengurangi jumlah karyawan. “Akan ada lebih banyak orang yang bekerja di akhir revolusi industri dibandingkan awal revolusi ini,” katanya.
Dia juga menekankan bahwa bagi perusahaan dengan imajinasi yang luas, kehadiran AI akan membutuhkan sumber daya yang lebih banyak untuk mengoptimalkannya. “Bagi perusahaan dengan imajinasi, Anda akan melakukan banyak hal dengan sumber daya yang lebih banyak,” kata Huang.



